ReFraming

Reframing-Social-NaturalFrame dalam NLP merupakan kerangka berpikir seseorang, atau cara seseorang “melihat” suatu hal.

Ketika seseorang berbicara pada kita, kita dapat mengenali bagaimana cara dia “melihat”  (frame) dunianya. Seringkali permasalahan yang muncul pada seseorang karena  melihat dunianya dengan menggunakan frame yang salah, sehingga dunianya yang sedemikan luas menjadi sangat sempit. Dan ketika itu terjadi, kecendrungan yang sering terjadi adalah potensi-potensi yang dimilikinya menjadi terbatas.

Mengatasi masalah seperti ini, NLP mengenalkan suatu teknik yang dikenal sebagai Reframing, yaitu suatu cara membantu seseorang agar melihat dengan cara yang berbeda sehingga mendapatkan frame yang lebih baik.

Reframing dalam NLP, terdapat 2 macam, yaitu:

Context Reframing , membingkai ulang suatu frame dengan cara memperluas konteks

contohnya:

Seorang ibu berkeluh kesah tentang anak yang sering mencoret-coret tembok.

Reframenya : “Bukannkah jika anak ibu suka mencoret tembok itu mungkin menunjukan bakatnya dalam bidang seni?”

-pada reframe ini, saya mencoba mengajak sang ibu agar melihat pada situasi yang berbeda, bahwa ada kemungkinan kebiasaan mencoret-coret tersebut menunjukan bakat seninya.  Dengan begitu sang ibu bisa diajak mencari solusi yang lebih memberdayakan, contohnya : memberikan kanvas kepada sang anak, atau mengajak anak ikut pada kursus seni.

Content Reframing, mendapatkan frame baru dengan cara melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Contohnya : Seorang anak yang mengeluh karena orang tuanya tidak pernah membelikan pakaian baru setiap hari raya Lebaran

Reframenya : “Mungkin orang tua kamu ingin kamu menghargai yang kamu miliki sekarang”

“Coba kamu lihat orang yang tidak bisa merayakan Lebaran, karena tidak punya apa2, atau bahkan yang sudah tidak memiliki orang tua?

-pada reframe ini, saya mencoba mengajak si anak agar melihat dengan sudut pandang yang berbeda, contoh reframe 1, mengajak si Anak masuk pada sudut pandang orang tua, sedangkan contoh reframe 2, mengajak si Anak masuk pada sudut pandang anak-anak lain. Tujuannya cukup sederhana, agar si Anak bisa menghargai apapun yang didapatkannya.

 

Prinsip dasar ketika melakukan reframing adalah:

  • Kondisi rapport yang baik, karena dengan begitu kita dapat benar-benar memahami pusat permasalahan dari frame orang lain.
  • Mengenali cukup detail dari frame yang salah sehingga ketika dapat membingkai ulang (reframing) pada tepat sasaran.
  • Ketika melakukan reframing, tidak selalu harus memberikan suatu saran, karena reframing yang baik adalah dari orang itu sendiri, jadi reframing dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan seseorang agar membingkai ulang framenya.
  • Ketika melakukan reframing, yang perlu diingat adalah mengarahkan pada frame baru yang lebih baik dari sebelumnya.

 

Cara manusia melihat  dan bereaksi terhadap sesuatu, menunjukan kualitas dari mentalnya

 

 

 

 

 

Master Trainer dari NNLP Society, dan Professional Hypnotherapy dari IBH (Indonesia Board of Hypnotherapy)

Posted in Model Komunikasi NLP

Leave a Reply

%d bloggers like this: